6 Manfaat Mengajak Anak Usia Dini Memasak di Dapur
Mengisi waktu libur bersama buah hati menjadikan quality time, dengan mengajak anak usia dini bermain di dapur bisa memberikan pengalaman buat sang buah hati.
Ada banyak pekerjaan rumah tangga yang bisa dijadikan sebagai pembelajaran bagi anak usia dini selama belajar di rumah.
Salah satunya kegiatan memasak, kegiatan ini memiliki banyak manfaat untuk mengembangkan aspek perkembangan anak usia dini.
Dilansir kabarbanten.pikiran-rakyat.com dari laman paudpedia.kemdikbud.go.id, berikut enam (6) manfaat melibatkan anak usia dini dalam kegiatan memasak yang bisa bunda lakukan di rumah:
1. Mengasah keterampilan hidup
Bunda dapat mengajak anak usia dini untuk mempelajari keterampilan dasar memasak sedini mungkin, dan keterampilan dasar memasak bisa menempel selama hidup anak usia dini dan akan membantu anak usia dini untuk beradaptasi dengan baik hingga dewasa dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. Membantu anak mengenal macam-macam rasa
Kegiatan di dapur dapat membantu anak usia dini mengenal berbagai macam rasa, ini dapat mengembangkan sensori anak usai dini. Anak-anak yang dilibatkan dalam proses memasak akan lebih tertarik untuj mencoba makanan baru sehingga anak usia dini dapat mengenal rasa yang baru juga.
3. Perkembangan fisik
Ketika memasak anak akan merasakan hal baru seperti mengaduk, mengukur, menggulung dan memeras. Melalui hal ini anak dapat mengembangkan keterampilan motorik halus yakni koordinasi tangan mata dan kelenturab otot-otot anak usia dini
.4. Bahasa, matematika, sains dan kreativitas
Melibatkan anak usia dini untuk belajar memasak, anak dapat belajar menyentuh, mengecap, merasakan, mencium, mengamati, membaca dan mendengarkan serta belajar menghitung bahan yang akan digunakan.
Selain itu anak juga mengembangkan kreativitas melalui berkreasi melalui bahan-bahan masak, seperti memotong sayur dengan kreasi hewan, bunga ataupun membentuk adonan sesuai imajinasinya.
Menggunakan takaran bahan masakan sesuai dengan imajinasi anak bersama bunda, dalam kesempatan ini anak dapat bereksplorasi melalui bahan-bahan tersebut sehingga mampu menciptakan hal yangf baru untuk mendukung kemampuan kreativitasnya.
Kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak usia dini yakni membuat kue bolu, dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mengenal bahan-bahan yanh akan digunakan untuk membuat kue bolu sesuai dengan kreativitasnya.
Dapur menjadi lingkungan yang baik untuk belajar bagi anak usia dini, ketika anak di dapur melibatkan berbagai indra.
Memasak juga memberikan kesempatan bagu anak untuk membantu perkembangan bahasa, ketika anak berbicara dan mendeskripsikan apa yang dilakukan dapat membuat anak-anak mengenal kata-kata dan istilah baru.
Seiring bertambahnya usia anak-anak, anak dapat menjelaskan kepada orang tua apa yang dilakukan, kemudian yang dilihat, dicium, dan dirasakan, setelah membaca anak dapat melatih keterampilan dengan membaca resep.
Menghitung dengan menggunakan sendok sebagai takaran, ini salah satu untuk mengenalkan angka, membaca angka pada timbangan, bahasa matematika lebih dari, lebih besar, lebih kecil, perkalian menggandakan resep menimbang, timbangan dan pecahan seperti 1/4, 1/2 gelas.
Ini merupakan bagian dari keterampilan matematika yang dapat dikembangkan dalam memasak.
Dapur menjadi seperti Laboratorium Sains mini bagi anak. Anak-anak dapat melihat bahan berubah warna, tekstur dan bentuk seperti cairan, padatan, gas dan anak dapat membuat prediksi dan pengamatan.
Misalnya apa yang terjadi jika menggunakan terlalu banyak atau sedikit air, garam atau bahan-bahan lainnya, suhu yang salah dan anak-anak dapat mengekspresikan kreativitasnya melalui pengembangan resep dan penyajian makanan.
5. Membangun Hubungan
Dapur merupakan tempat yang tepat bagi orang tua untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak.
Hal Ini berarti dapur menjadi tempat untuk berbicara tentang tentang apapun dengan anak, kita juga bias menggali pengetahuan, empati dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dapur ini juga merupakan lingkungan yang bagus bagi seluruh anggota keluarga untuk bekerja sama dan berkomunikasi, membangun kelekatan hubungan yang lebih kuat.
6. Membangun Percaya Diri
Dapur dapat menjadi tempat untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak. Melibatkan anak-anak memasak memberikan banyak kesempatan untuk mendorong dan mengapresiasi aktivitas mereka.
Anak-anak merasa sangat bangga ketika merasa telah berhasil menyiapkan hidangan untuk diri sendiri atau keluarga.
Demikian enam (6) manfaat memasak dengan melibatkan anak usia dini bisa memberikan pengalaman untuk mereka, dan orang tua bisa menghabiskan waktu libur dengan memasak di dapur.
Sumber : https://kabarbanten.pikiran-rakyat.com/author/1424/denis-asria

Komentar
Posting Komentar